
TRIBUNJATIM.COM - Pengacara kondang sekaligus presenter Hotman Paris heran kepada Halimah.
Diketahui, Halimah merupakan seorang cleaning service atau petugas kebersihan di Bandara Soekarno-Hatta, yang mengembalikan dompet dan cek senilai Rp 35,9 miliar.
Kisah Halimah viral karena mengembalikan dompet dan cek berisi Rp 35,9 miliar yang ditemukannya di bandara.
Halimah mengatakan, besar atau kecil nilainya, barang itu tetap bukan miliknya sehingga wajib dikembalikan kepada pemiliknya.
Hotman Paris dalam acara Hotman Paris Show pada 4 November 2021 mengatakan, seandainya Halimah membawa cek itu ke bank dan mencairkannya, maka duit yang akan diterimanya senilai dengan perhiasan berlian yang ada di tangan Hotman Paris.
"Kan, itu bukan hak milik kita, Bang," kata Halimah menjawab pertanyaan Hotman Paris soal kenapa tidak pergi ke bank untuk mencairkan cek itu.
"Ya tapi kau gak ingin kaya? Gak ingin punya Lamborghini?" sebut Hotman Paris menimpali.
Sambil tersenyum, Halimah mengatakan bahwa semua orang pasti ingin kaya.
"Tapi, jalannya (menuju kekayaan) berbeda-beda," ujar Halimah.
Kejujuran Halimah mengembalikan cek Rp 35,9 miliar juga dipuji oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Kali ini, dari seorang petugas cleaning service Bandara Soetta bernama Halimah, kita diingatkan betapa berharganya kejujuran & integritas dalam melaksanakan sebuah pekerjaan," kata Kapolri melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @ListyoSigitP pada 4 November 2021.
Kapolri kemudian menyoroti humor yang acap berkembang soal hanya ada 3 polisi jujur yakni patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng.
Menurut Kapolri, humor itu mencerminkan sulitnya mencari polisi berintegritas dan jujur saat ini.
"Ini menjadi tantangan bagi saya untuk dapat mengubah citra Polri di masyarakat," katanya.
Sebelumnya, Halimah melaporkan cek senilai Rp 35,9 miliar yang ditemukannya.
Berkat sikapnya, pihak PT Angkasa Pura Solusi memberikan apresiasi kepada Halimah.
"Secara spontan, kami mengapresiasi."
"Kemudian, tentunya ada yang berbentuk finansial, tapi itu jangka pendek, ya."
"Yang lebih penting adalah jangka panjang, yakni kenaikan level atau pangkat," kata GM Wilayah I PT Angkasa Pura Solusi, Toyib Fanani, dikutip TribunJatim.com dari kanal YouTube Kompas TV, Minggu (31/10/2021).